London – The Gunner dan Leicester City menjalani musim Liga Champions yang berbeda. Manajer The Gunner Arsene Wenger tak mau membahas sukses Leicester di kompetisi itu.

The Foxes muncul sebagai sensasi di Eropa pada musim ini. Tampil berkat ‘keajaiban’ menjuarai Premier League 2015-16, ‘dongeng’ Leicester berlanjut menembus perempatfinal lewat kemenangan atas Sevilla dengan agregat 3-2.

Hal yang lebih mengagumkan adalah ini merupakan musim pertama dalam sejarah Leicester berlaga di Liga Champions. Boleh dibilang cukup kontras dengan The Gunner.

Jauh lebih berpengalaman daripada Leicester, namun The Gunners mentok di babak 16 besar untuk tujuh musim belakangan. Kegagalan terakhir The Gunner terjadi karena dieliminasi raksasa Jerman Bayern Munich dengan agregat telak 2-10.

Alhasil, kesuksesan Leicester itu membuat The Gunner terkena imbasnya. The Gunner pun diledek di dunia maya.

[Baca Juga: Kelolosan Leicester Dipuja-puji, Arsenal Diolok-olok]

‘Ada beberapa alasan yang jelas, tapi saya pikir orang-orang tidak tertarik makanya saya tidak ingin membicarakan soal itu,” kata Wenger yang dikutip Daily Express.

Leicester sedang mengalami periode transisi pasca dipecatnya Claudio Ranieri. Suksesornya Craig Shakespeare di luar dugaan mampu membangkitkan Jamie Vardy dkk. sehingga kini menjauhi zona degradasi Premier League.

“Anda tidak menilai manajer dalam tiga pertandingan saja,” sambung Wenger. “Saya tidak mengenal dia, tapi selalu seorang manajer dinilai dalam waktu yang lebih lama.”

“Mereka tentunya sudah mendapatkan rasa percaya diri kembali tapi sulit bagi saya untuk menilai karena ketika Anda tidak hidup di dalam lingkup klub itu maka sulit untuk dikatakan.”

()


NO COMMENTS